Kumpulan Tugas Laporan

Kumpulan Tugas Laporan
LAPORAN KIMIA

Selasa, 11 Oktober 2011

LAPORAN KIMIA PEMISAHAN CAMPURAN

PEMISAHAN CAMPURAN SECARA PENYARINGAN, PENGKRISTALAN, KROMATOGRAFI dan SUBLIMASI


Penyaringan dan Pengkristalan/Kristalisasi
TUJUAN
Mengetahui cara-cara pemisahan campuran secara penyaringan (filtrasi) dan secara pengkristalan.

ALAT dan BAHAN
Alat Bahan
Gelas ukur Garam dapur kasar
Erlemeyer 100 mL Abu gosok
Gelas Kimia Air
Corong
Kertas saring
Kaki tiga
Pembakar spritus
Cawan porselen
Batang pengaduk

CARA KERJA
1. Campurkan kira-kira 1 sendok garam dapur kasar dengan 1 sendok abu gosok ke dalam gelas kimia kemudian tambahkan air kira-kira 10 mL, aduk sampai semua garam larut.
2. Lipat kertas saring lalu masukkan ke dalam corong.
3. Saring campuran pada langkah 1 lalu tampung filtratnya dalam erlemeyer, perhatikan filtrat yang didapat keruh atau jernih? Amati juga residu yang terdapat pada kertas saring, apa zat itu garam atau abu gosok?
4. Tuangkan kira-kira 5 mL filtrat yang didapat pada langkah 3 ke dalam pinggan penguapan (cawan porselen) kemudian panaskan dengan pembakar spritus hingga hampir kering. Kemudian dibiarkan menjadi dingin. Amati kristal garam yang dihasilkan dan bandingkan dengan kristal garam diawal.

Pertanyaan:
Mengapa garam tidak dapat dipisahkan dari larutannya dengan cara menyaring?

Kromatografi
TUJUAN
Mengetahui cara-cara pemisahan campuran secara kromatografi.

ALAT dan BAHAN
Alat Bahan
Gelas kimia 500 mL Kertas saring
Lidi Tinta yang larut dalam air
Air
CARA KERJA
1. Siapkan kertas saring.
2. Tarik garis dengan pensil 1 cm dari salah satu ujungnya.
3. Buat noda dengan tinta pada garis itu lalu biarkan mengering.
4. Gantung kertas itu dengan lidi pada gelas kimia 500 mL.
5. Atur ketinggian kertas saring sehingga ujungnya tidak mengenai dasar gelas.
6. Isilah gelas kimia itu dengan air, permukaan air tidak boleh mengenai noda tinta. Air akan merambat naik dan menguraikan zat-zat warna tinta. Keluarkan kertas saring itu dari gelas jika air sudah sampai keujung atas. Dan biarkan mengering.

Pertnyaan:
Jelaskan mengapa zat-zat warna dalam tinta terpisah pada kromatografi kertas?

Sublimasi

TUJUAN
Mengetahui cara-cara pemisahan campuran secara sublimasi.

ALAT dan BAHAN
Alat Bahan
Pembakar spritus Kapur barus
Kaki tiga Abu gosok
Gelas kimia
Kaca arloji

CARA KERJA
1. Masukkan kapur barus dan abu gosok ke dalam gelas kimia
2. Letakkan kaca arloji yang berisi air diatas gelas kimia tersebut lalu dipanaskan
3. Amati apa yang terjadi
Pertanyaan:
Mengapa kristal putih yang bersih dapat terbentuk?


LANDASAN TEORI

Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisah kan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut.
Pengkristalan atau kristalisasi yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara mengkristalkan komponen tercampur dengan cara dipanaskan kemudian didinginkan. Kristalisasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang saling larut.
Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan).
Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. bahan-bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod.
http://docs.google.com/viewer

HASIL PERCOBAAN

1. a.) Setelah dilakukan penyaringan larutan campuran pada kertas saring, filtrat yang didapat jernih yaitu berupa larutan garam sedangkan abu gosok merupakan residu yang didapat.

b.) Setelah larutan garam dipanaskan menggunakan cawan porselen pada pembakar spritus hingga hampir kering terbentuk kristal garam yang lebih halus dibandingkan kristal garam sebelumnya.

2. Kertas saring yang telah dicelupkan dalam air menyebabkan tinta pada kertas saring naik mengikuti serapan air dan menguraikan zat-zat warna tinta.

3. Kapur barus dan abu gosok yang telah dimasukkan ke dalam gelas kimia dan kemudian dipanaskan, kapur barus akan menyublim dan menempel pada kaca arloji, sedangkan abu gosok tetap berada dalam gelas kimia.

PEMBAHASAN

1. Larutan campuran yang terdiri dari garam, abu gosok dan air tersebut, ketika disaring akan didapat residu berupa abu gosok sedangkan garam tidak dapat dipisahkan dari larutannya hal ini terjadi karena garam dan air merupakan campuran homogen yang dapat bercampur secara merata sedangkan abu gosok dan air merupakan campuran heterogen yang tidak dapat bercampur secara merata sehingga dihasilkan endapan abu gosok, dan air yang berubah menjadi keruh, hal ini dapat terjadi karena didalam abu gosok terdapat kumpulan senyawa heterogen, dan ketika bercampur dengan air, air akan menjadi keruh. Kemudian ketika larutan itu disaring menggunakan corong dan kertas saring, dihasilkan larutan garam yang berwarna bening, hal ini dapat terjadi karena filtrat abu gosok menempel pada kertas saring sewaktu proses penyaringan. Setelah didapat larutan garam yang bening dari hasil penyaringan, kemudian larutan garam bening tersebut dipanaskan menggunakan cawan porselen dan menghasilkan kristal garam yang halus, hal ini dapat terjadi karena pada proses penguapan, air akan menguap, dan molekul-molekul garam akan menggumpal, sehingga terbentuklah kristal garam.
2. Pencelupan kertas saring menyebabkan air meresap melalui celah-celah kecil pada kertas saring tersebut sehingga tinta pada kertas saring naik mengikuti serapan air dan menguraikan zat-zat warna, hal ini disebabkan komponen (zat warna) yang lebih mudah larut akan terbawa lebih cepat, sebaliknya komponen yang kurang larut akan tertinggal. Dengan demikian, campuran zat warna itu terpisah dan berbagai macam tipe komponen (zat warna) dapat dipisahkan berdasarkan kecepatan pergerakan pada kertas saring. Seperti halnya cairan tinta yang tampaknya seperti hanya satu warna ternyata tersusun atas dua atau lebih komponen zat yang ditunjukkan oleh terpisahnya warna tinta dan timbulnya warna yang berbeda. Sesuai dengan percobaan yang dilakukan, tinta warna hijau menguraikan warnanya yaitu warna biru dan kuning.
3. Pemanasan kapur barus dan abu gosok dalam gelas kimia pada pembakar spritus menyebabkan kapur barus menyublim sehingga terbentuklah kristal putih pada kaca arloji yang telah diberi air diatasnya guna mendinginkan uap kapur barus sehingga kapur barus yang menyublim dapat langsung berubah menjadi fase padat dan dapat dipisahkan dari pengotornya (abu gosok).

KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah kami lakukan, kita dapat memisahkan zat padat dari zat padat dan zat padat dari zat cair baik yang larut dalam air maupun yang tidak dapat larut dalam air dengan uraian sebagai berikut :

1. Memisahkan zat padat dari suatu suspensi (campuran kasar dan tampak heterogen) dapat dilakukan dengan cara penyaringan/filtrasi.
2. Memisahkan campuran zat cair atau zat padat terlarut dapat dilakukan dengan cara pengkristalan/kristalisasi.
3. Pemisahan suatu zat warna dapat dilakukan dengan cara kromatografi berdasarkan perbedaan koefisien difusinya/pergerakannya.
4. Memisahkan campuran antara dua jenis zat padat dapat dilakukan dengan cara sublimasi.

1 komentar: